Ending Solo Leveling dalam manhwa menutup perang besar, tetapi keputusan Sung Jin Woo mengubah makna kemenangan bagi umat manusia. Setelah mengalahkan Antares, ia menolak menerima dunia yang selamat dengan harga nyawa korban serta kehilangan ayahnya sendiri. Alih-alih merayakan kemenangan, sang Shadow Monarch memilih mengulang waktu agar manusia terbebas dari perang para Monarch. Penutup tersebut kemudian menjembatani kisah sampingan, sebelum Solo Leveling: Ragnarok mengalihkan sorotan kepada putranya, Sung Su Ho.
Menjelang klimaks, Rakan, Querehsha, dan Sillad menyerang Jin Woo bersamaan di Korea, membuatnya nyaris kehilangan nyawa. Namun, pewaris Ashborn itu bangkit setelah menguasai sepenuhnya kekuatan Shadow Monarch, lalu menumbangkan ketiga lawannya dalam pertempuran sengit. Kekalahan itu memancing Antares, Raja Naga sekaligus Monarch of Destruction, turun tangan membawa pasukan naga menuju dunia manusia.
Solo Leveling dan Pertarungan Antares
Solo Leveling mencapai puncak konflik ketika Antares membuka gerbang raksasa di Kanada dan melancarkan kehancuran untuk memancing Jin Woo keluar. Serangan napas api sang Monarch menewaskan banyak orang, sementara Jin Woo memilih lokasi terpencil agar duel mereka tidak merusak kota. Dengan Shadow Exchange, ia memindahkan Antares ke sebuah pulau terpencil di Jepang, tempat pasukan bayangannya dapat mendukung strategi. Meski Antares mendominasi pertarungan awal, Jin Woo sengaja mengulur duel sambil mendistorsi ruang demi membuka jalan bagi para Rulers.
Jin Woo Menjebak Antares dengan Strategi Ruang
Saat lawannya lengah, Jin Woo menusuknya menggunakan belati peninggalan ayahnya, Sung Il Hwan, sebagai bagian dari rencana yang disusun cermat. Celah ruang yang tercipta memungkinkan para Rulers memasuki dunia manusia, lalu mereka menyerang Antares dengan tombak dari berbagai arah. Serangan gabungan itu mengakhiri hidup sang Monarch of Destruction, tetapi kemenangan tersebut tetap menyisakan luka mendalam bagi Jin Woo.
Mengapa Jin Woo Memilih Mengulang Waktu?
Usai perang, Jin Woo menilai kemenangan itu terlalu mahal karena banyak manusia kehilangan nyawa dan ayahnya sendiri gugur dalam konflik. Dalam chapter 177, para Rulers mendatanginya untuk berterima kasih, namun Jin Woo justru meminta kesempatan memperbaiki sejarah. Ia ingin menghidupkan kembali para korban sekaligus memastikan pertempuran antara Rulers dan Monarch tidak lagi menghancurkan kehidupan manusia. Permintaan itu menuntut penggunaan terakhir Cup of Reincarnation, artefak ciptaan Absolute Being yang mampu memundurkan waktu selama 10 tahun.
Solo Leveling Berlanjut lewat Keputusan Berisiko
Solo Leveling lalu memasuki babak baru saat para Rulers memperingatkan konsekuensi pengulangan waktu yang akan menghapus ingatan manusia. Sebaliknya, para Monarch akan bangkit kembali dengan ingatan lama, sehingga Jin Woo harus memburu mereka sekali lagi. Mengetahui risikonya, ia tetap memilih jalan tersebut demi memberi kesempatan kedua kepada korban dan mencegah bencana berulang.
27 Tahun Memburu Para Monarch
Di chapter 178–179, Jin Woo memasuki Dimensional Crack, celah dimensi tempat perang antara Monarch dan Rulers berlangsung. Ia meminta para Rulers tidak campur tangan, sebab kali ini dirinya ingin menyelesaikan konflik tanpa menyeret manusia ke medan perang. Dengan pasukan bayangan dan kekuatan penuh, Jin Woo memburu setiap Monarch selama 27 tahun di dalam celah tersebut.
Dunia Baru Setelah Perang Berakhir
Pertarungan panjang itu berakhir setelah Jin Woo menumbangkan seluruh Monarch, mengakhiri ancaman mereka sebelum kembali ke dunia manusia. Meski menghabiskan 27 tahun di celah dimensi, waktu di dunia manusia berlalu lebih singkat, sehingga manusia tak menyaksikan perang itu. Jin Woo kembali berpenampilan remaja, sementara dunia manusia terbebas dari gerbang dan monster seperti sebelumnya. Penutup ini menonjolkan pengorbanan yang tak terlihat, sebab sebagian besar manusia tidak mengetahui perang yang ia cegah sendirian.
Kisah utama berhenti pada pilihan Jin Woo menyelamatkan dunia melalui pengorbanan pribadi, bukan sekadar mengalahkan musuh terkuat. Side Story memperlihatkan kelanjutan hidupnya setelah perang, kemudian Solo Leveling: Ragnarok meneruskan warisan cerita melalui Sung Su Ho. Dengan demikian, akhir Jin Woo sekaligus menjadi jembatan menuju generasi berikutnya, yang membawa konflik dan tantangan berbeda bagi putranya.
